Tahun 2014, Ubisoft merilis Assassin’s Creed Rogue, dan game ini langsung bikin heboh karena membawa plot twist yang jarang terjadi: kamu bermain sebagai Assassin yang memilih berkhianat dan menjadi Templar. Game ini dirilis bersamaan dengan Assassin’s Creed Unity, tapi hadir di konsol generasi sebelumnya (PS3, Xbox 360) sebelum akhirnya di-remaster untuk platform modern.
Assassin’s Creed Rogue mengisahkan Shay Patrick Cormac, seorang Assassin muda yang kecewa pada organisasinya setelah insiden tragis. Cerita ini memperlihatkan sisi lain dari konflik Assassin vs Templar, dan untuk pertama kalinya, pemain diajak melihat dunia dari kacamata “musuh”.
Cerita Assassin’s Creed Rogue
Assassin’s Creed Rogue dimulai di tahun 1752, di era Perang Tujuh Tahun. Shay Patrick Cormac adalah anggota muda Assassin yang ambisius namun idealis. Segalanya berubah ketika sebuah misi untuk mengambil Piece of Eden menyebabkan bencana besar—gempa bumi yang menewaskan banyak orang tak bersalah.
Merasa bersalah dan menganggap Assassins terlalu sembrono dalam mengejar artefak, Shay memutuskan untuk meninggalkan Brotherhood. Namun, keputusannya membuatnya diburu oleh mantan rekan-rekannya, dan dia akhirnya menemukan perlindungan di pihak Templar. Dari sinilah, kisah kelam dimulai: Shay berburu Assassin satu per satu, termasuk tokoh-tokoh yang sebelumnya dianggap kawan.
Konflik ini bikin cerita Assassin’s Creed Rogue terasa emosional, penuh dilema moral, dan mengguncang pandangan fans terhadap franchise.
Setting Dunia Terbuka: Kutub Utara dan Amerika Utara
Assassin’s Creed Rogue menawarkan dunia yang memadukan elemen darat dan laut, mirip dengan AC IV Black Flag, tapi dengan nuansa yang lebih dingin. Lokasinya mencakup:
- Perairan Kutub Utara dengan es yang bisa dihancurkan kapal.
- Kota besar seperti New York.
- Sungai dan jalur darat di Appalachia.
Lingkungan dingin dan cuaca ekstrem memberi sensasi berbeda dibanding petualangan tropis Edward Kenway.
Pertempuran Laut dan Kapal Morrigan
Seperti di Black Flag, kapal kembali jadi elemen penting. Kali ini Shay mengendalikan Morrigan, kapal yang lebih kecil dan gesit dibanding Jackdaw, tapi dilengkapi senjata mematikan:
- Puckle Gun untuk tembakan cepat ke kapal musuh.
- Oil Slick untuk menjebak dan membakar musuh.
- Ice Breaking untuk menjelajahi wilayah kutub.
Pertempuran laut di Assassin’s Creed Rogue lebih taktis, terutama karena musuh juga bisa mengejar dan menyerang pemain kapan saja.
Misi Berburu Assassin
Inovasi unik dari Assassin’s Creed Rogue adalah sistem Assassin Interception, di mana Shay harus memburu Assassin yang berusaha membunuh target Templar. Mekanismenya menegangkan:
- Assassin bersembunyi di atap atau semak.
- Pemain harus mendeteksi tanda-tanda kehadiran mereka.
- Satu kesalahan bisa membuat target terbunuh sebelum Shay sempat bertindak.
Konsep ini membalik formula klasik AC, membuat pemain merasakan apa yang dialami musuh di game-game sebelumnya.
Koneksi Langsung ke Assassin’s Creed III dan Unity
Salah satu alasan fans menyukai Assassin’s Creed Rogue adalah bagaimana ceritanya nyambung langsung ke game lain:
- Akhir Rogue menjadi pembuka Assassin’s Creed Unity.
- Banyak karakter dari AC III dan AC IV yang muncul, termasuk Haytham Kenway.
- Penjelasan mengapa beberapa tokoh hilang di timeline lain.
Ini membuat Rogue terasa seperti “missing link” yang menghubungkan beberapa era.
Karakter Penting di Assassin’s Creed Rogue
Selain Shay, beberapa karakter yang punya peran besar antara lain:
- Haytham Kenway: mentor Shay di pihak Templar.
- Liam O’Brien: sahabat Shay yang menjadi musuh.
- Achilles Davenport: mentor Connor yang juga memimpin Assassin saat itu.
Hubungan antar karakter ini dipenuhi ketegangan emosional yang kuat.
Timeline Modern: Abstergo Entertainment
Seperti Black Flag, bagian modern Assassin’s Creed Rogue membawa pemain sebagai pegawai Abstergo Entertainment. Kali ini, kita mengungkap file rahasia yang menjelaskan operasi Templar modern dan hubungan mereka dengan peristiwa sejarah.
Meski tidak seintens cerita Desmond di game lama, bagian ini memberi banyak lore tambahan.
Pengaruh Assassin’s Creed Rogue di Franchise
Walau sering dianggap underrated karena rilis berdekatan dengan Unity, Assassin’s Creed Rogue punya tempat spesial di hati fans. Alasannya:
- Perspektif Templar yang segar.
- Mekanisme perburuan Assassin yang menegangkan.
- Setting unik di wilayah kutub dan sungai.
Game ini juga menutup era gameplay berbasis pertempuran laut sebelum franchise beralih fokus di Unity.
Kesimpulan
Assassin’s Creed Rogue adalah kisah pengkhianatan yang emosional dan penuh dilema moral. Dengan gameplay laut yang solid, latar dingin yang memukau, dan koneksi cerita yang erat ke game lain, Rogue berhasil memberi perspektif baru pada perang abadi Assassin dan Templar. Shay Patrick Cormac mungkin bukan pahlawan tradisional, tapi justru itu yang membuatnya menjadi salah satu karakter paling menarik di seri ini.