Kalau lo ngikutin Tottenham Hotspur dalam dua musim terakhir, pasti udah gak asing lagi sama pemain kidal dengan gaya main ngeyel dan kaki kiri yang tajem banget: Dejan Kulusevski. Winger asal Swedia ini bukan cuma kreatif, tapi juga selalu main dengan mental “gas terus”. Dia bukan tipe winger klasik yang cuma sprint dan crossing. Kulusevski lebih mirip playmaker yang dipasang di sayap, dan itu yang bikin dia susah dibaca.
Sejak datang ke Spurs, Kulu langsung nyetel. Gak perlu adaptasi lama, gak perlu banyak omong — dia cuma butuh bola, ruang buat cut inside, dan sedikit kepercayaan dari pelatih. Sisanya? Tinggal lo nikmatin sendiri tiap dia megang bola.

Darah Campuran dan Awal Karier yang Bikin Mental Tangguh
Dejan Kulusevski lahir tahun 2000 di Stockholm, Swedia. Tapi darah sepak bolanya ngalir dari Makedonia Utara, tempat asal orang tuanya. Jadi, dari kecil dia udah tumbuh di dua budaya. Dan lo bisa lihat itu di cara dia main: ada kedisiplinan khas Skandinavia, tapi juga flair dan naluri improvisasi yang lebih liar dari rata-rata pemain Eropa Utara.
Karier profesionalnya dimulai di Italia, bareng Atalanta. Tapi waktu itu, saingan di tim utama ketat banget. Makanya dia dipinjemin ke Parma — dan di situlah dia mulai mencuri perhatian. Satu musim di Serie A, dia nyetak gol, bikin assist, dan mulai dikenal sebagai gelandang serang yang serba bisa.
Dari Parma, Juventus langsung gerak. Klub sebesar itu ngerekrut dia bukan karena hype, tapi karena performa yang konsisten. Tapi kayak banyak pemain muda lain, di Juve dia kesulitan dapet posisi tetap. Gonta-ganti pelatih, formasi gak cocok, dan jam terbang yang gak stabil bikin performanya naik-turun.
Tottenham: Datang Sebagai Pinjaman, Pulang Jadi Pemain Tetap
Januari 2022 jadi titik balik besar dalam karier Kulu. Tottenham, yang lagi dilatih Antonio Conte, datengin dia bareng Rodrigo Bentancur dari Juventus. Awalnya cuma pinjaman. Tapi langsung di paruh musim pertamanya, Kulusevski nunjukin kenapa dia beda.
Main di posisi sayap kanan, dia jadi pendamping ideal buat Son dan Kane. Kaki kirinya itu kayak GPS. Umpan silang, through pass, atau cut inside ke tiang jauh — semua keliatan effortless. Bahkan di laga-laga besar, dia tetap berani ngambil inisiatif. Gak sembunyi, gak main aman.
Musim itu, dia bantu Spurs masuk empat besar dan ngunci tiket ke Liga Champions. Setelah itu, klub langsung permanenin statusnya. Dan sejak saat itu, fans Spurs tahu mereka punya satu pemain yang bisa bawa kreativitas dan chaos di sisi kanan.
Gaya Main: Kidal, Visioner, dan Gak Tertebak
Lo pasti pernah denger istilah “inverted winger”. Nah, Kulusevski itu contoh sempurna dari posisi itu. Main di kanan, tapi kaki dominan kirinya bikin dia selalu nyari ruang buat cut inside. Tapi bedanya dengan winger lain? Kulu bukan cuma nyari tembak. Dia juga punya visi dan insting playmaker.
Dia punya body control yang kuat banget. Badannya gede buat ukuran winger, tapi gerakannya halus. Saat dia muter badan buat jaga bola atau overtake lawan, lo bisa liat seberapa bagus balance-nya. Ini bikin dia susah direbut, bahkan dalam duel fisik.
Yang lebih menarik lagi, dia bukan pemain egois. Kalo temen satu tim punya posisi lebih enak, dia bakal lepas bola. Tapi kalo lagi dapet momen satu lawan satu, dia gak ragu untuk gas sendiri. Intinya, dia fleksibel dan tahu kapan harus agresif, kapan harus distribusi.
Karakter di Lapangan: Kalem Tapi Selalu Fokus
Di luar lapangan, Dejan Kulusevski terkesan pendiam dan kalem. Tapi di lapangan, lo bisa liat matanya selalu fokus. Dia punya intensitas tinggi, tapi bukan yang lebay. Dia kerja keras dalam diam. Pressing terus, turun bantu bertahan, dan gak pernah berhenti nyari ruang.
Pelatih manapun pasti seneng punya pemain kayak gini. Soalnya dia bukan cuma seniman, tapi juga pekerja. Dia bukan tipe yang hilang kalau lagi gak pegang bola. Justru kadang dia nyuri bola balik dan langsung nyalain serangan.
Selain itu, dia juga gak gampang goyah secara mental. Walaupun kadang disorot karena belum konsisten dalam urusan cetak gol, dia gak pernah kehilangan rasa percaya diri. Dan itu penting banget, apalagi di liga sekeras Premier League.
Tantangan dan Potensi di Musim-Musim Mendatang
Dengan proyek baru di Tottenham, posisi dan peran Kulu bisa makin berkembang. Di bawah pelatih yang suka mainkan sepak bola menyerang, dia punya ruang lebih bebas buat eksplorasi. Tapi di sisi lain, ekspektasi juga makin tinggi. Fans dan klub pengen dia bisa lebih tajam dalam angka — lebih banyak gol dan assist.
Secara teknis, dia udah siap. Tapi konsistensi adalah kunci berikutnya. Dia harus bisa perform di setiap pertandingan, gak cuma di laga besar. Kalau dia bisa tembus dua digit gol dan assist dalam satu musim penuh, gak menutup kemungkinan dia bakal masuk jajaran elite winger Eropa.
Dan jangan lupa, dia juga punya potensi jadi pemimpin. Di usia 23 tahun, dia udah punya pengalaman di tiga liga top. Kalau terus berkembang, bukan gak mungkin dia bakal jadi wajah utama Tottenham beberapa tahun ke depan.
Kesimpulan: Dejan Kulusevski, Si Kidal Chaos Creator yang Gak Biasa
Dejan Kulusevski bukan winger biasa. Dia punya kaki kiri tajam, visi playmaker, badan kuat, dan attitude yang kalem tapi fokus. Dia bukan tipe yang viral karena skill nyentrik, tapi dia pemain yang bikin perbedaan setiap kali megang bola.
Dari akademi Atalanta, gagal bersinar di Juventus, lalu bangkit bareng Spurs — perjalanannya udah buktiin kalau dia bukan cuma pemain bertalenta, tapi juga punya mental kuat. Kalau dia terus berkembang dan makin konsisten, lo bisa yakin satu hal: nama Dejan Kulusevski bakal terus ada di line-up utama dan highlight pertandingan Premier League musim demi musim.